PART XIV — MODUL 2

PART XIV — PROPERTY VIEWING

Property Viewing adalah tahap kritis dalam proses secondary market. Viewing bukan sekadar menunjukkan rumah/apartemen, tetapi proses diagnosis untuk mengetahui apakah buyer benar-benar memiliki alasan untuk membeli.

Tujuan Utama Viewing Bring the Buyer → Observe the Buyer → Understand the Buyer → Create Commitment → Move Toward Closing.

110. BEFORE VIEWING

A. Tujuan Before Viewing

Agent harus memastikan: Buyer sudah qualified, Properti sesuai kebutuhan utama buyer, Buyer memahami kisaran harga, Buyer memahami lokasi, Decision maker sudah teridentifikasi, Jadwal viewing sudah confirmed, Agent mengetahui USP properti, Agent mengetahui kemungkinan objection, Agent memiliki strategi viewing, Next step setelah viewing sudah dipersiapkan.

B. Buyer Confirmation

Minimal konfirmasi: Nama buyer, Jumlah orang yang datang, Waktu viewing, Lokasi, Tujuan pembelian, Budget, Timeline, Financing/KPR/cash, Properti yang sedang dibandingkan.

C. VELORA Pre-Viewing Questions

Sebelum viewing: “Pak/Bu, sebelum kita lihat unitnya, supaya saya bisa membantu lebih tepat, dari semua kriteria yang Bapak/Ibu cari, tiga hal apa yang paling penting?”

Kemudian: “Kalau properti ini ternyata memenuhi tiga hal tersebut, apa yang biasanya menjadi pertimbangan terakhir sebelum Bapak/Ibu mengambil keputusan?”

111. DURING VIEWING

Jangan melakukan viewing seperti tour guide. Agen profesional menggunakan prinsip: Feature → Benefit → Buyer Relevance → Question.

Contoh: “Unit ini memiliki ceiling yang cukup tinggi (Feature). Ruangan terasa lebih spacious (Benefit). Karena Bapak tadi mengatakan tidak suka ruangan yang terasa sempit (Buyer Relevance). Apakah feeling ruang seperti ini sesuai dengan yang Bapak cari? (Question)”

112. OBSERVATION

Selama viewing, agent harus lebih banyak mengamati daripada berbicara. Perhatikan:

  • Verbal Signals: “Wah, bagus”, “Ini menarik”, “Kalau harganya…”, “Bisa nego?”, “Kapan bisa masuk?”, “Owner tinggal di sini?”, “Ada unit lain?”, “Kalau KPR bagaimana?”
  • Non-Verbal Signals: Memperhatikan detail tertentu, berlama-lama di ruangan, membuka lemari, mengecek view, mengecek kamar mandi, mengukur ruang, mengambil foto/video, duduk di sofa, membuka balkon, melihat lingkungan sekitar, bertanya kepada pasangan.
Golden Rule The buyer's attention tells you what matters. Jangan hanya mendengarkan apa yang buyer katakan. Perhatikan apa yang buyer lihat, sentuh, tanyakan, dan ulangi.

113. BUYING SIGNALS

  • Information Signal: Buyer mulai bertanya detail teknis (Service charge, Pajak, KPR, Furniture).
  • Ownership Signal: “Kalau saya tinggal di sini…”, “Kamar anak di sini…” (Buyer membayangkan dirinya memiliki properti).
  • Price Signal: “Kalau owner mau di Rp X bagaimana?” (Can I make this deal happen?).
  • Availability Signal: “Kapan bisa serah terima?”, “Kalau saya serius, prosesnya bagaimana?”
  • Decision Signal: “Saya perlu bicara dengan istri/partner.” (Memikirkan decision process).

114. TRIAL CLOSE

Gunakan trial close selama viewing untuk mengukur minat:

  1. Fit: “Sejauh ini, apakah properti ini sesuai dengan yang Bapak/Ibu cari?”
  2. Preference: “Dari semua area yang sudah kita lihat, bagian mana yang paling Bapak/Ibu suka?”
  3. Priority: “Kalau dibandingkan dengan properti yang sebelumnya Bapak/Ibu lihat, apa yang menurut Bapak/Ibu lebih unggul di sini?”
  4. Objection: “Kalau harga bukan masalah, apakah ada hal lain yang masih membuat Bapak/Ibu ragu?”
  5. Commitment: “Kalau kita bisa mendapatkan kondisi yang sesuai dengan yang Bapak/Ibu inginkan, apakah Bapak/Ibu siap mempertimbangkan untuk lanjut?”

115. POST-VIEWING DIAGNOSIS

Gunakan VELORA 7 Questions untuk diagnosis:

  1. Overall Fit: “Secara keseluruhan, bagaimana menurut Bapak/Ibu?”
  2. Best Feature: “Bagian mana yang paling Bapak/Ibu suka?”
  3. Weakest Point: “Bagian mana yang paling kurang sesuai?”
  4. Comparison: “Kalau dibandingkan dengan properti yang sebelumnya Bapak/Ibu lihat, posisi properti ini bagaimana?”
  5. Objection: “Apa yang masih membuat Bapak/Ibu ragu?”
  6. Decision: “Kalau masalah tersebut bisa kita selesaikan, apakah Bapak/Ibu melihat diri Bapak/Ibu membeli properti ini?”
  7. Next Step: “Menurut Bapak/Ibu, langkah berikutnya sebaiknya apa?”

116. VIEWING SCORECARD

FaktorScore 1–5
Location/5
Price/5
Layout/5
Condition/5
Size/5
View/5
Facilities/5
Accessibility/5
Investment Potential/5
Emotional Appeal/5
TOTAL/50

117. VELORA VIEWING FRAMEWORK (P.A.C.E.)

  • P — PREPARE: Persiapkan buyer, property, data dan objective.
  • A — ASSESS: Amati reaction, kebutuhan dan buying signals.
  • C — CONNECT: Hubungkan feature properti dengan kebutuhan buyer.
  • E — EXIT WITH COMMITMENT: Viewing harus berakhir dengan next step.

118. GOLDEN RULE OF PROPERTY VIEWING

Jangan menjual properti selama viewing. Jual alasan mengapa properti tersebut cocok untuk buyer.

VELORA Viewing Formula:
QUALIFY → PREPARE → VIEW → OBSERVE → CONNECT → TRIAL CLOSE → DIAGNOSE → COMMITMENT → NEXT STEP
Scroll to Top